Monday, March 10, 2008

Aku dan Dia

Aku takkan pernah lupa
Pada cinta kita yang pernah ada
Pada semua rasa yang pernah tercipta
Diantara kita
Walau kau torehkan luka
Ciptakan hampa dan duka
Namun rasa itu tetap ada
Sekeras apapun kuberusaha
Jawabannya tetap sama
Kau dan aku saling mencinta
Sampai waktu pisahkan kita
Sampai aku lupa
Bahwa kini kau tlah tiada





Kau dan Aku

Semua tlah tiada
Mati raga
Mati jiwa
Cintaku yang tlah lama
Kini hilang rasa
Walau kau dan aku tak mungkin bersama
Aku tetap cinta
Untuk slamanya
Karena
Semua tlah percuma
Kau dan aku berbeda
Meski aku tlah tiada
Janganlah kau terus berduka
Karena aku akan selalu ada
Di dalam setiap rasa
Yang kau punya

Yang Kupinta

Bahagia itu
Adalah kau dan aku
Namun
Waktu pun berlalu
Tak ada lagi rasa itu
Tak ada lagi senandung cinta darimu
Aku dan kau pun setuju
Tak kusangka ini akhirnya
Kau pergi tinggalkan luka
Ku lontarkan sejuta tanya
Namun hanya semilir angin yang terasa
Sungguh tak kuasa
Ku pendam lagi rasa
Sesungguhnya
Ingin kutatap mata
Walau hanya di dalam asa
Karena
Hanya dirimulah satu-satunya
Yang aku pinta

Hati

Hati adalah cerminan diri
Yang tlah diberikan Ilahi
Dan menjadi bagian dari hidup ini
Tapi hati yang tak terisi
Hati yang hampa
Hati yang luka
Hati yang fana
Kan hilang
Bagai raga tanpa jiwa
Karena hati adalah jati diri
Hati itu suci
Hati itu tinggi
Tak ada satu orang pun
Yang boleh menyakiti hati
Karena hati adalah karunia
Dari Dia yang Maha Tinggi
Yang perlu dijaga
Dan kan abadi selamanya

Cinta

Cinta itu dusta
Cinta itu fana
Lika-liku cinta
Labirin cinta
Semua tak pernah ada
Karena cinta yang terlihat mata
Hanya sementara
Namun cinta yang muncul dari lubuk hati
Bukan cinta semu
Yaitu cinta yang Kau beri
Dan cinta yang tak pernah mati
Cinta yang selalu ada
Di setiap detak nadi manusia
Cinta yang bahkan mungkin tak pernah kita sadari
Cinta yang mengalahkan apapun di dunia
Cinta yang hanya ada satu
Dan bukan cinta semu
Bukan cintanya orang-orang pendusta
Yang mengatas namakan cinta
Bukan pula cinta dari semua orang di dunia
Dan bukan cinta yang berasal dari mata
Namun cinta yang selau ada di sudut hati
Yang kadang sepi
Namun tetap bertahan
Dan tak pernah mau pergi
Karena bila cinta itu pergi
Tak akan ada yang bisa menggantikannya lagi
Cinta yang begitu hebatnya
Cinta yang begitu dahsyatnya
Cinta yang merasuk kedalam hati setiap insan
Memberikan kehangatan
Memberikan kesejukan
Untuk mereka yang mau peduli
Untuk mereka yang benar-benar mencintai
Cinta yang telah Kau beri
Untuk hambamu yang miskin hati
Hanya satu cintaMu Ya Rabbi

Harapan Kesepian

Kau berjalan
Ditengah kesepian
Kau berjalan
Selalu
Ditengah kesendirian
Tergoda sekejap
Sekedar mengharap
Namun semua semu
Namun semua hampa
Tak ada
Bahkan mungkin
Tak pernah ada
Di sudut lubuk hatimu
Setitik cahaya
Cahaya
Yang mampu
Akan menuntunmu
Kembali
Ke tempat semua orang mengharapkanmu
Ke tempat semua orang menginginkanmu
Kau pun berharap
Selalu
Dalam heningnya tawa
Dalam sunyinya jiwa
Dalam kehampaan
Dalam kesendirian
Saat semua kau lewati
Dan putuskan
Takkan pernah kembali
Kau tak pernah mengerti
Semua kegelisahan
Semua perasaan
Yang tak pernah kau harapkan
Yang ingin kau lupakan
Bahwa itu adalah luapan
Dari semua harapan
Yang ada
Meringkuk
Terpuruk
Di sudut kecil hatimu
Yang merasuki sukmamu
Menggetarkan kalubumu
Berharap
Sekedar berharap
Dapat kembali
Kembali ke situ
Kembali ke pangkuanMu
Berharap disisiMu

Cinta Ilahi

Kau bangkitkan kenangan
Dari hati yang kehilangan
Kau berikan semua impian
Yang datang bersama indahnya angan
Kau berikan hati
Cahaya yang suci
Tempatku berserah diri
Dan menyandarkan hati
Kau ajarkanku
Agarku mengerti
Ku punya hati
Yang harus dijaga
Tuk dapat menghapus
Kerinduanku pada Ilahi
Karna disana nanti
Ku ingin bertemu denganMu
Yang meniupkan cinta
Masuki hatiku yang sunyi
Karena
Semua orang dapat mencintai
Dan dapat dicintai
Hanya padamu Ilahi
Aku berserah diri
Dari semua hal yang tak ku mengerti
Di padang pasir yang luas ini
Terima kasih
Atas semua cintaMu
CintaMu yang abadi
CintaMu yang suci
Cinta Ilahi

Wahai Kawan

Wahai kawan
Tak pantas kau tenggelam
Dalam hidupmu yang kelam
Dalam gelapnya malam
Dalam heningnya kesendirian
Dan sunyinya kesepian
Kau tak pantas bersedih
Tangisi hidupmu yang pedih
Walaupun perih
Kau harus tetap gigih
Karena bila kau menyerah
Dan tak pernah
Mencoba melawan
Mencoba bertahan
Dari segala godaan
Dari segala cobaan
Kau kan terpuruk
Dalam jurang keputus asaan
Walaupun semua hampa
Walaupun tak ada lagi yang tersisa
Namun ia selalu ada
Untuk menghapus semua luka
Di dalam dada
Dia yang satu
Dia yang Maha Tahu
Dialah Tuhanku

MERDEKA!!!

Buah Perjuangan
Menumbuhkan 1 kata
MERDEKA!
Tapi…
Apakah arti kata MERDEKA itu kini?
Adakah kata MERDEKA itu kini?
Para penguasa…
Aku butuh jawaban
Jawaban yang akan memuaskan semua dahaga
Dahaga dari para rakyatmu
Rakyatmu yang sengsara
Rakyatmu yang kelaparan
Rakyatmu yang tersiksa oleh mulut manismu
Para Penguasa…
Bukalah mata kalian
Tundukkan kepala kalian
Meski hanya sejenak
Lihatlah kami
Pantaskah kau memimpin kami?
Pantaskah?
Para penguasa…
Bukalah hati kalian
Tanyalah pada Tuhan kalian
Layakkah…
Kau yang keji
Kau yang kotor
Menjadi seorang penguasa
Layakkah kami
Menderita keputuasaan
Karena kalian
Wahai penguasa
Marilah kita bangun
Bangun negara ini
Dengan 1 kata…
MERDEKA!

Permata Hatiku

Tak ada yang lebih indah
Dari hangatnya kasihmu
Tak ada yang lebih membahagiakan
Dari lembutnya sayangmu
Tak ada yang lebih istimewa
Dari hadirmu di sisiku
Ibu
Kaulah permata hatiku
Sejuknya hatimu
Tenangnya jiwamu
Penyemangat hariku
Dirimu
Indahnya cintamu
Tak terukirkan
Dengan semua kata-kata
Yang paling indah sekalipun
Tak ada yang bisa menandingimu
Bahkan bintang dan bulan
Takkan mengalahkan indahnya sinarmu
Lembutnya cahyamu
Dan cantiknya dirimu
Duhai tuhanku
Berikanlah ia kedamaian
Biarkanlah ia terus tertawa
Biarkanlah ia terus bahagia
Karena setiap bulir air matanya
Yang menanggung perih dan derita
Atas semua salah dan dosa
Yang kuberikan padanya
Kan terpatri
Menetap di hati
Sebagai rasa sesal di dalam diri
Maafkanlah aku ibu
Atas semua salahku
Terima kasih
Atas semua yang kau berikan padaku
Kaulah malaikatku
Kaulah matahariku
Kaulah permata hatiku

Untuk Yang Tersayang Mamaku

Hampa

Sunyi
Sepi
Sendiri
Tanpa seorang pun menemani
Hampa
Sendiri ku disini
Hanya tangis
Menemani jalannya hari
Di kala malam gelap
Ku termenung dalam diam
Merenungi nasib
Mengapa ku begini
Ingin ku berlari
Dari gelapnya dunia ini
Aku hanya manusia biasa
Yang butuh kasih sayang
Yang butuh perhatian
Tapi
Ku tak mengerti
Kejamnya dunia ini
Yang tanpa pengertian
Yang tanpa keramahan
Hanya angin
Yang mengerti
Kesunyianku
Gelap malamku
Tanpanya
Ku hanya sendiri
Walau di tengah keramaian
Ku rasa sendiri
Ku rasa sepi
Ingin ku tertawa
Ingin ku bercanda
Tapi apa daya
Tawa ini tlah sirna
Canda ini tlah tiada
Tak ada yang lain
Hanya ku di sini
Sunyi
Sepi
Sendiri

Lilin Kecilku

Lilin kecilku
Tuntunlah aku
Di jalan ini
Jalan yang ganas
Jalan yang gelap
Jalan yang penuh derita
Hanya kau penuntunku
Cahayaku
Cahaya hidupku
Kau yang membimbingku
Melewati ganasnya hari
Menghadapi kejamnya bumi ini
Kau selalu pahami aku
Kaulah penyelamat hidupku
Aku tak ingin
Tak ingin kau redup
Tak ingin kau mati
Tetaplah disini
Lilin kecilku
Janganlah kau redup
Janganlah kau mati
Ku tak sanggup tak ada dirimu
Kaulah penuntun hidupku
Kaulah pelita harapanku
Lilin kecilku
Dikala ku sedih
Kau ada
Dikala ku gundah
Kau pun ada
Lilin kecilku
Aku sungguh sayang padamu
Lilin kecilku
Janganlah kau redup
Janganlah kau mati
Tetaplah disini
Temani aku
Jalani hari

Surat Untuk Sahabat

Dulu …
Kumemiliki seorang sahabat
Sahabat karib
Dan selalu bersama
Sekarang…
Kita terpisah oleh jarak
Tak bisa bersama
Mengapa
Tak ada yang mengerti diriku
Sahabat …
Haruskah aku berteman dengan mereka
Orang-orang yang tak mengertiku
Seperti dirimu
Sahabat …
Apakah kini
Kau tlah melupakanku
Oh sahabat
Dulu …
Aku sedih
Maka aku menangis
Aku marah
Maka aku marah
Aku gelisah
Maka aku gelisah
Sekarang …
Ku tlah berbeda
Bila ku sedih
Aku tertawa
Bila ku marah
Aku terdiam
Bila ku gelisah
Aku tersenyum
Tak ada yang tahu
Padahal itu hanya kepura-puraan
Tapi
Hanya kau yang tahu
Sahabat …
Hanya kau yang mengerti
Tak ingin kutersiksa
Seperti saat ini
Ku tak bisa bicara
Hanya bisa terdiam
Melihat mereka
Mengejekku
Tapi
Jika kau ada
Kau pasti membelaku
Sahabat …
Ingin ku seperti dulu
Canda
Tawa
Riang
Senyuman
Kumemiliki semua itu
Sekarang
Hanya tangis
Hanya ketakutan
Hanya kemarahan
Hanya kegelisahan
Hanya kesendirian
Yang tertinggal padaku
Sahabat …
Dimana engkau berada
Kau tlah pergi
Kini ku tak percaya
Kini ku tak perduli
Kini aku benci
Tak ingin memiliki sahabat lagi
Karena …
Persahabatan hanyalah kebohongan semata
Itu hanyalah sebuah nama
Dan tidak berarti
Karena …
Bila kita berpisah
Yang tersisa hanyalah sepi
Yang tersisa hanyalah sendiri
Dan tak ada yang mau perduli
Tapi entah mengapa
Hati kecilku berkata
Aku ingin
Aku mau
Memiliki seorang sahabat lagi

by Fiandra Fatharany