Thursday, August 11, 2011

Yang Tak Akan Terlupa

Berawal dari setetes niatan dan harapan

Berbekalkan tekad mencari segudang pengetahuan

Perkenalan singkat ini membuahkan persahabatan

Persahabatan untuk meraih sebuah impian

Segala tangis dan tawa telah kita lalui

3 tahun berlalu seolah hanya mimpi

Walau kelak kita tak dapat bersama lagi

Memori bersama tetap bersemi dalam simfoni

Suatu saat di malam yang sunyi

Kita kan menangisi sebuah ikatan suci

Tatkala memori lama di ungkap kembali

Air mata terukir di dasar hati

Karena di sanalah persahabatan bersemedi



Masa Orientasi Siswa, Hari Pertama.

Aku masuk ke kelas yang dingin. Penuh dengan orang asing. Semuanya benar-benar baru. Tapi tak apa. Aku akan bertahan. Karena ini pilihanku. Aku masih akan menempa diriku bersama semua yang ada disekelilingku. Aku harus berjuang. Aku harus kuat… bersama mereka.



Satu bulan berlalu sejak saat itu. Kelas yang semula dingin kini mulai menghangat. Kata dalam diri setiap anak mulai berubah. Dari “Aku” menjadi “Kami”. Ya, kami. Kami adalah satu kesatuan dalam kelas ini. Ikatan mulai terjalin. Mengisi setiap ruangan kosong dalam hati kami masing-masing. Tak ada lagi jarak. Tak ada lagi tembok pembatas pada diri kami. Kami menjadi satu.

Tak ada hal apapun yang berjalan mulus-mulus saja. Sejak saat kami bertemu pertama kali hingga saat ini telah banyak masalah yang kami hadapi. Tapi masalah itu tak dapat meruntuhkan ikatan yang mulai terjalin dalam diri kami. Kami menjadi semakin kuat. Kami semakin tau makna dari menjadi satu kesatuan. Makna menjadi teman sekelas. Makna menjadi seorang sahabat.



Ulangan harian, ujian, kenaikan kelas. Kami tetap bersama. Tanpa terasa telah banyak yang kami lalui. Senang bersama, sedih bersama, tertawa bersama, menangis bersama. Kami terus menjalani semuanya bersama. Tak dapat kupungkiri terkadang terjadi perpecahan dan perselisihan. Tapi pada akhirnya kami akan baik-baik saja. Karena kami tau apapun masalah yang kami hadapi, kami tak sendirian.



Tiga tahun berlalu sejak pertama kali kami bertemu. Amat sangat singkat rasanya. Seolah baru kemarin kami bertemu, berkenalan, dan mulai menjalin ikatan itu. Padahal aku tak menyangka kami akan menjadi sedekat ini. Aku tak pernah menyangka kami akan menjadi sahabat seperti ini. Berat rasanya apabila aku berpikir akan berpisah dengan mereka. Tapi tak ada yang dapat kulakukan. Mereka harus mengikuti jalan mereka masing-masing, begitu pula denganku. Jalan hidup kami tak sama lagi. Kami telah tiba pada persimpangan. Saatnya telah tiba bagi kami untuk memilih hidup masing-masing. Kami akan berpisah hari ini. Tapi kami akan tetap menjadi satu. Kami akan tetap menjadi satu saat kami mengingat semua yang telah kami lalui 3 tahun ini suatu saat nanti.

Ku pakai salah satu setelan terbaikku. Hari ini semuanya akan usai. Hari ini semua akan berakhir. Hari ini kami akan berpisah. Karena hari ini pesta berlangsung. Pesta perpisahan.

Bulir air mata mengalir perlahan di pipiku. Tak kusangka akhirnya hari ini datang juga. Hari dimana kami benar-benar berpisah. Slide show di dinding ruangan menampilkan satu per satu wajah-wajah kami selama tiga tahun ini. Rasanya tiga tahun benar-benar waktu yang singkat. Aku kembali mengingat satu per satu hal yang pernah kami lalui bersama. Begitu banyak masalah, begitu banyak canda tawa. Aku yakin walau pun perpisahan ini begitu menyedihkan, kami semua tak akan pernah melupakan hari ini. Hingga suatu saat nanti, ketika kami bertemu kembali yang akan tercipta hanya senyuman dan canda tawa mengingat betapa bodohnya kami saat ini. Aku yakin kami tak akan pernah melupakan ini semua. Karena masa ini adalah masa yang tak akan terlupa. Kalian semua tak akan pernah kulupakan.



Sepuluh tahun berlalu, kubuka lagi album using yang teronggok di sudut gelap kamarku. Aku kini telah melupakan semuanya pada saat itu. Semua tangisan, semua canda tawa tanpa beban. Semua yang tanpa kepalsuan, semuanya tanpa tipuan. Ingin rasanya aku kembali ke masa itu. Bercanda, tertawa, semuanya kami lakukan bersama. Memoriku yang telah usang kuungkap kembali. Aku mengingat semua yang pernah kami lalui. Kawan, bagaimana keadaanmu disana? Bagaimana dengan jalan yang telah kau pilih? Aku merindukan kalian. Aku rindu sahabat sejatiku.



The End

No comments: